Apr 7, 2018

Teknik Printing dalam dunia Tekstil


Teknik Printing dalam dunia Tekstil
     Proses printing dalam dunia tekstil, yaitu pencetakan pada  kain bukanlah sesuatu yang mudah, dimana tingkat kesulitannya yaitu mengatur agar pencetakan presisi dan sempurna dalam pewarnaan, agar tahan lama di permukaan kain.
Gbr. Digital Printing tekstil
    Dalam proses produksi tekstil, pencetakan pattern dan desain dapat dilihat dari tahap akhir. Dan Proses pencetakan yang paling sulit adalah mempertahankan tiap yard kain pada mesin agar tidak terjadi kekacauan.
     Adapun metode percetakan tekstil ada 3 jenis, yaitu  Direct printing, discharge printing dan resist printing. Mari kita simak masing-masing jenis nya.
Direct Printing , yaitu jenis printing langsung ke permukaan kain dengan menggunakan pewarna pigmen.
Discharge Printing , yaitu jenis printing dengan teknik menghilangkan warna dari area tertentu pada kain yang sudah dicelup, teknik ini dengan menggunakan bahan kimia yang tepat.
Resist Printing , adalah jenis printing dengan menggunakan pasta resist secara khusus pada kain dalam bentuk pattern , kemudian dilakukan proses mewarnai kain sehingga pasta yang diterapkan akan menahan proses pencelupan sehingga akan muncul sebagai warna dasar.
Sebagai contohnya adalah teknik Batik dan Tie Dye, yang digunakan sebagai pasta resist nya yaitu parafin (malam), yang kemudian ketika warna dan corak yang diinginkan telah selesai dicelup, maka dilakukan penghilangan parafin/malam tersebut dengan cara di lorod.
Selanjutnya proses printing pada kain dalam dunia tekstil, dilakukan dengan berbagai metode khusus yang melibatkan proses yang berbeda, berikut beberapa hal yang cukup penting dijelaskan dalam proses printing tekstil.
1.      Engraved Roller printing
Proses pencetakan kain dengan teknik ini dimana pewarna diterapkan pada kain dengan cara melewatkan kain ke media cetak desain yang diukir (di engraving) pada rol mesin cetak. Kemudian kain hasil produksinya dijual secara gulungan/roll kain.
Keuntungan dari teknik cetak ini adalah hasil cetaknya berkualitas tinggi yang dilakukan di seluruh lot dengan cara yang sama. Rol terpisah digunakan untuk warna berbeda. Kain setelah dicetak dilewatkan terlebih dahulu dalam proses pengeringan, kemudian dilakukan proses steam untuk mengatur dan menguatkan warna.  
2.      Screen printing
Screen printing atau yang sederhananya kita kenal dengan Sablon, yaitu metode langsung dari pencetakan kain di mana screen/mesh/film digunakan untuk mentransfer pattern desain ke kain.
Proses ini menggunakan  layar mesh yang memiliki pori-pori tertentu yang dibentangkan pada bingkai.
Dalam proses sablon ini, stensil desain terbuat dari kain nilon berpori. Kemudian screen ditempatkan pada kain dan kayu yang berfungsi untuk mengolah warna melalui screen tersebut ke kain.
Ada dua jenis teknik ceta sablon dalam dunia tekstil, biasanya menggunakan Flat Bed screen printing dan yang kedua yaitu Rotary screen printing.
Menggunakan mesin flat memang cukup mahal. Sedangkan Pencetakan Rotary merupakan teknologi pencetakan tekstil yang paling sering digunakan secara komersial.
Keuntungan dari jenis ini adalah pencetakan dapat dilakukan pada warna terang dan kain berwarna gelap dengan intensitas yang sama. Juga dapat membuat pola yang sangat besar.
Namun ada juga kekurangannya, yaitu terutama dari segi kuantitas, yang mana metode labour ini mengharuskan produksi yang besar, sehingga jika kebutuhan produksinya sedikit, maka tidak efesien terhadap biaya produksi.  
Kemudian kekurangannya adalah pada limbah yang dihasilkan dari proses ini.
3.      Stencil printing
Teknik Pencetakan ini menggunakan stensil yang dipotong dalam bentuk desain. Stensilnya terbuat dari kertas kayu atau plastik. Pewarna diterapkan pada ruang yang dipotong di dalam stensil tersebut. Ini adalah metode pencetakan yang sangat mudah yang dapat dilakukan oleh anak-anak. Tetapi kekurangannya adalah teknik ini membutuhkan waktu lama untuk dicetak.
Adapun teknik Ini digunakan bukan untuk tujuan produksi masal.
4.      Block printing
Yaitu metode pembuatan cetakan dengan balok kayu, tembaga atau bahan lain yang dibuat sedemikian rupa mengasilkan cap desain. Yakni Blok logam atau kayu yang diukir sesuai pola desain , dan pewarna diterapkan pada pola ukiran tersebut, kemudian ditekan (di cap) dan ditempelkan  diatas kain.
5.      Spray printing
Sebagaimana namanya spray (penyemprotan), teknik ini menggunakan penyemprot khusus untuk mentransfer pewarna ke kain.  Contohnya Spray gun (air Brush) digunakan untuk menempelkan warna pada kain melalui screen.
6.      Heat transfer atau thermal transfer printing
Yaitu menggunakan mesin cetak dan mesin pres panas untuk mentransfer desain pada kain. Ini adalah salah satu metode yang paling murah, digunakan dalam bisnis pencetakan garmen , misalnya ribuan t-shirt yang dicetak hanya dengan desain logo dan grafis.
Proses pencetakan ini dilakukan di atas kertas terlebih dahulu dan kemudian desain ini pada kertas ditransfer ke permukaan kain kemudian dilewatkan pada roll pemanas.
Ada beberapa masalah yang sering terjadi dengan metode ini. Masalah utama adalah pewarna tidak menembus kain cukup dalam. Kadang-kadang warna memudar setelah dicuci dan kadang-kadang terkelupas atau retak. Kain sering terasa kasar setelah pencetakan selesai. Kadang-kadang garis bekas kertas transfer terlihat pada permukaan kain.
Namun bila pengerjaannya dilakukan dengan sentuhan seni yang eksklusive, maka hasilnya akan terlihat keren, dan desainer kaos kebanyakan menyukai teknik ini.
7.      Direct to garment digital printing
Yaitu proses di mana printer inkjet dengan tinta yang khusus digunakan untuk mencetak langsung pada kain. Jenis printing  ini dengan cara cetak langsung dari komputer. Hasilnya akhirnya diatur dengan heat press atau tunnel dryer.
Keuntungan dari pencetakan ini adalah dapat membuat sejumlah cetakan sekaligus, bahkan kebutuhan produksi kecil dengan biaya cukup rendah, dan didapatkan hasil desain yang tampak realistis dan lebut yang tercetak pada kain. Kekurangannya adalah hasil printingnya bisa cepat hilang/pudar dengan pencucian berulang kali.
Namun karaktgeristik prosesnya yang cepat dan mudah ,menjadikan jenis printing ini , adalah jenis pencetakan favorit untuk membuat sampel.
8.      Printing dengan inkjet printers
Ini adalah versi home made nya dari Garment Digital Printing. Printer inkjet yang digunakan untuk mencetak pada potongan kain.
9.      Sublimation transfer printing
Metode ini menggunakan teknik pewarna sublimasi (proses kimia) yang ditransfer ke kain dengan proses pemanasan. Diperlukan printer inkjet atau laser warna, tinta sublimasi dan mesin pres untuk pemanas.
Metode ini jelas lebih mahal daripada metode transfer termal karena tintanya sangat mahal. Namun cetakan yang dihasilkan sangat jelas dan bagus.
Kekurangan yang paling utama dengan metode ini adalah tidak bisa melakukan pencetakan ke kain katun, tapi kain yang terbaik adalah sintetis atau 100% poliester, dan jika ingin menggunakan metode ini untuk mencetak ke kain katun, harus menerapkan lapisan yang tepat pada permukaan kain katun.
10.    Photo Printing
Jenis pencetakan ini, secara teknis kain dilapisi dengan bahan kimia (emulsi foto cair) yang sensitif terhadap cahaya dan kemudian setiap foto dapat dicetak di atasnya.
     Demikianlah beberapa teknik printing dalam dunia tekstil, bagi seorang desainer tekstil, pengetahuan ini cukup penting sebagai tambahan wawasan dan pemahaman dalam konsep tekstil printing.

Artikel Terkait

Teknik Printing dalam dunia Tekstil
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan blog ini ?, komentar aja gan silakan.

Boleh Komentarnya di sini Gan