Mar 28, 2018

Bagaimana Menjadi Seorang Desainer Tekstil

Gambar Bagaimana Menjadi Desainer TekstilMenjadi Seorang Desainer Tekstil , sebenarnya tidak harus terkait dengan pendidikan tinggi, ketika seseorang mampu dan memiliki imajinasi yang bagus terhadap seni pakai,  berkarir sebagai perancang tekstil tidak harus memiliki persyaratan yang rumit. Hanya saja tingkat pendidikan dewasa ini khususnya di Indonesia memang mempengaruhi atitude dan nilai kinerja seseorang dalam hubungannya dengan karir.
Pendidikan tinggi secara khusus telah banyak meluluskan para sarjana dengan gelar khusus untuk desain, fashion, seni dan desain, atau bidang yang terkait erat dengan desain tekstil. Melalui pelatihan yang tepat, para calon perancang tekstil mendapatkan pengetahuan tentang seluruh proses desain kain. Mereka belajar untuk menganalisis dan memahami berbagai properti tekstil, seperti berat, bahan, dari segi mudah terbakar dan daya tahan bahan, dan bagaimana bahan tekstil akan digunakan, kemudian merancang desain mereka untuk menyempurnakan faktor-faktor tersebut. Bahkan yang lebih penting lagi, mereka belajar bagaimana memanfaatkan tekstur, pola dan warna melalui berbagai percobaan dengan berbagai teknik printing, manipulasi, dan embellishment.
Sekolah yang mengajarkan dasar-dasar desain tekstil menggunakan prinsip-prinsip khusus untuk mengatur elemen struktural dari desain yang diberikan. Prinsip-prinsipnya meliputi kesatuan, keseimbangan, penekanan, proporsi, dan ritme. Prinsip-prinsip ini diterapkan untuk mempengaruhi hasil desain.
Perancang tekstil juga harus memiliki keterampilan desain yang diperlukan untuk melaksanakan produksi sampel desain dan sketsa, dan kemampuan untuk membuat presentasi klien menggunakan berbagai desain cetak atau digital; apakah tertulis, menggambar, atau lisan. Pengetahuan tentang menjahit atau menenun, desain grafis, dan gambar garis juga merupakan keterampilan yang bermanfaat untuk dimiliki. Metode desain ini mendukung pekerjaan desain tekstil dan menentukan hasil akhir, bagus atau jelek.
Teori warna dalam desain tekstil menawarkan pedoman dan prinsip-prinsip umum yang dapat membantu desainer tekstil menciptakan kombinasi warna yang estetis. Sesuai analogi dalam kontras dan warna yang semua elemen penting digunakan secara rutin dan disiplin dalam membuat karya ini. Pengetahuan tentang luminositas, sun spektrum , teori pigmen, dan definisi warna juga sangat penting bagi para desainer tekstil untuk memilikinya.
Meskipun pendekatan dapat bervariasi, biasanya ada dua teknik utama yang digunakan dalam desain tekstil, yaitu teknik melukis dan seni. Teknik yang sering diterapkan oleh desainer tekstil termasuk airbrush, percikan atau penyemprotan, pembulatan, penetasan, teknik sikat kering, bayangan, sponge painting, dan marbling diantaranya. Teknik-teknik berbasis printing tekstil umumnya meliputi batik, ikat celup, ikat, kalamkari, pencetakan blok, sablon, stensil, dan pencetakan transfer, dan lain sebagainya yang kini telah semakin berkembang. Tapi mungkin di Indonesia memang belum sampai ketingkat prinsip tekstil seperti di eropa, yang mana mereka menghasilkan desain dan hasil jadi yang berkualitas tinggi dan bernilai seni tinggi, yakni bukan hanya sekedar seni pakai. Hal ini juga terkait dengan perkembangan ekonomi masyarakatnya sendiri.
Untuk menjadi seorang Desainer Tekstil, Langkah pertama yang harus dilakukan adalah Bikin Porto Folio. Membangun portofolio yang baik dan menarik adalah langkah penting dalam membuka pintu di industri desain tekstil. Portofolio seorang desainer digunakan untuk memenangkan kompetisi dalam kontrak kerja, untuk menunjukkan kompetensi di lapangan, dan untuk memamerkan hasil desain tekstil yang original. Semua ini harus diatur dengan sempurna untuk menggambarkan berbagai kemampuan dan keterampilan anda.
Portofolio dapat berupa fisik atau digital, tetapi perancang tekstil dapat menjangkau dengan lebih baik ketika kedua jenis tersebut dapat dilakukan, dan keduanya harus terorganisir dengan baik. Di Amerika, Portofolio fisik harus mencakup setidaknya dua puluh halaman desain asli. Portofolio digital harus memiliki tidak kurang dari tiga puluh. Setiap portofolio harus disesuaikan terutama untuk pemirsa yang melihatnya dan harus mencakup contoh yang tepat untuk peran perancang tekstil yang dia buat di setiap pekerjaannya. Anotasi dan catatan harus disertakan pada setiap halaman untuk memberi pemirsa ide yang lebih besar tentang konteks setiap contoh. Itu juga merupakan ide yang baik untuk mengungkapkan teknik yang digunakan, teori di balik setiap desain, dan justifikasi untuk penggunaannya. Namun di Indonesia tidak sedetail itu, setiap orang yang melamar menjadi seorang desainer tekstil, dia hanya memberikan contoh gambar dan riwayat hidup dan riwayat pendidikan, kemudian test desain langsung, baik manual ataupun digital. Namun di beberapa tempat ada pula yang disyaratkan dengan psikotest.
Menjadi Seorang Desainer Tekstil, selain harus mengerti semua tentang desain tekstil, pun harus mengetahui juga tentang Branding. Tujuan dari branding adalah untuk membangun ekuitas merek, kesadaran merek dan loyalitas merek untuk mempengaruhi citra merek. Personal branding di bidang desain tekstil mengidentifikasi perancang tekstil secara individu sebagai entitas yang dapat dipasarkan. Ini digunakan untuk membedakan diri dari yang lain, sebagai nilai lebih dari bakat dan prestasi Anda secara khusus. Personal branding dapat mencakup penggunaan stasioner, kartu nama, brosur, dan materi cetak terkait lainnya, serta kehadiran teknik digital yang diberdayakan melalui situs web, outlet media sosial, dan organisasi profesional terkait.
Bagi banyak desainer tekstil, kesuksesan industri bergantung pada pembuatan koneksi yang tepat. Tujuannya adalah menjalin hubungan yang langgeng dan saling menguntungkan dengan klien dan orang lain di dalam industri. Tempat yang bagus untuk memulai adalah di sekolah. Sebagaimana Penulis sebelumnya memiliki basic dari pendidikan seni rupa menengah( SMSR Bandung).
Banyak sekolah tinggi yang memiliki program penjangkauan dan penempatan yang dapat menempatkan desainer berhubungan dengan profesional industri lainnya. Organisasi profesional seperti Sekolah Tinggi Tekstil, Seni & Desain Tekstil, dan lain lain yang semuanya memiliki jaringan dan kemungkinan untuk dirujuk.
Pelatihan Designer Tekstil
Ada sejumlah pilihan karir dan lingkungan kerja di bidang desain tekstil. Sebagian besar perusahaan mengharuskan desainer mempunyai gelar sarjana, meskipun beberapa pekerjaan hanya membutuhkan pelatihan kejuruan atau pelatihan di tempat kerja. Namun, secara kompetitif, seseorang memang diunggulkan dengan pendidikan tinggi dan skill yang memadai.
Di sekolah Menengah Senirupa, perancang tekstil dapat memiliki kesempatan untuk magang dan mendapatkan pengalaman dunia kerja nyata dalam industri tekstil. Sebagai pekerja magang, dapat  memiliki kesempatan untuk memanfaatkan keterampilan desain dan memperoleh kebiasaan alur kerja profesional, di luar kelas. Juga akan memiliki kesempatan untuk membangun portofolio yang baik dan terukur, yang akan menambah bobot pada resume sebagai  sumber referensi dan jaringan sebelum kelulusan.
Deskripsi Pekerjaan Desainer Tekstil & Lingkungan Kerja
Perancang tekstil biasanya bekerja seminggu kerja reguler. Namun, mereka dapat bekerja lembur untuk memenuhi tenggat waktu, tergantung kebutuhan produksi. Sebagian besar waktu mereka bekerja di kantor atau di studio dan terkadang biasanya menghabiskan waktu di pabrik untuk ikut memonitor proses produksi. Mereka akan bekerja di berbagai posisi, termasuk colorist, fabric engineer, designer, dan stylists, dan ada juga yang dipekerjakan sebagai desainer in-house oleh produsen pakaian, pengembang produk, desainer interior, di industri otomotif, dan perusahaan home furnishing, juga seperti di banyak industri terkait tekstil lainnya. Desainer akan bertemu dan mendiskusikan kebutuhan pelanggan dan pengusaha untuk memahami apa yang diperlukan dalam berbagai desain, bagaimana tekstil akan digunakan, dan properti apa, seperti berat, kinerja, mudah terbakar, dan ketahanan bahan yang diperlukan. Setelah mereka memilih saru jenis tekstil, mereka akan menghasilkan ide desain dan sampel untuk dipresentasikan kepada pelanggan.
Para Desainer Tekstil, Mereka harus bekerja sesuai anggaran dan memenuhi tenggat waktu, sambil terus mengikuti tren dan teknik produksi saat ini. Mereka akan meneliti kain baru dan teknik desain baru, serta harus terus belajar mengikuti software desain terbaru dan proses produksi.
Kalo di luar negeri sih, tidak jarang bagi perancang tekstil untuk melakukan perjalanan (survei) sebagai bagian dari pekerjaan mereka, terkadang di luar negeri untuk bertemu dengan pemasok bahan dan pabrikan yang dapat menghasilkan produk akhir.
Menjadi Seorang Desainer Tekstil, ketika dia telah menjadi seorang ahli dan sangat berpengalaman, terdapat beberapa sejumlah karir di berbagai industri yang meliputi:
1.  Mejadi seorang Instruktur Tenun, Embroidery dan sebagainya  yang berkaitan dengan rajut atau woven.
2.      Konsultan QC untuk tekstil.
3.      Konsultan Textil Art freelance.
4.      Membuka studio desain tekstil dan Fashion.
5.      Sebagai Pengembang produk untuk desain interior
6.      Perancang khusus berkelas dalam tekstil mode.
Dan lain sebagainya.
Lalu bagaimana Salary bagi seorang Desainer Tekstil.. ?
(di Indonesia mah mesti agak garuk2 kepala mas Bro..wkwkwk)
Berbicara gaji seorang desainer tekstil, penulis mendapatkan data dari Blogger Amerika. Di sana hampir setiap industri di Amerika Serikat telah merasakan dampak globalisasi, pertumbuhan impor, dan perkembangan baru dalam teknologi, tak ketinggalan juga dalam bidang desain fashion dan tekstil. Pabrik tekstil tidak hanya memproduksi benang dan kain untuk pakaian, tetapi juga untuk karpet, pelapis, penutup dinding, dll. Nah seorang Desainer bertanggung jawab untuk pola pada kain ini. Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat sebenarnya tidak melaporkan data ketenagakerjaan apa pun untuk perancang tekstil. Namun, desain fashion dan bidang desain tekstil yang saling terkait menunjukkan pertumbuhan yang lebih lambat dari rata-rata yang secara statistik hanya tiga persen di bidang desain fashion diperkirakan  antara tahun 2014 hingga tahun 2024 ke depan.
Seperti biasa gaji akan sangat bervariasi tergantung pada pendidikan, lokasi geografis, industri, dan pengalaman. Juga tergantung pada reputasi perancang, dengan individu yang memiliki pengalaman bertahun-tahun dan reputasi bintang dalam industri membuat lebih banyak lagi. Dan, desainer independen yang sukses dapat memiliki salery yang tertinggi. Di Amerika sendiri gaji tahunan rata-rata untuk perancang busana pada tahun 2015 adalah $ 63.670, sekitar 827jt jika 1dollar berbanding rupiah seharga 13 ribuan, sedangkan sepuluh persen perancang busana tertinggi menghasilkan lebih dari $ 125.000 per tahun, wow snilai 1,5m lebih guys...ya maklum lah di negara maju dengan spek hidup yang tinggi memang memungkinkan. Bandingkan dengan salery Desainer Tekstil di Indonesia... yah begitulah adanya, syukuri dan tetap bersedekah.
So..guys... Berminat jadi seorang desainer tekstil?..

Artikel Terkait

Bagaimana Menjadi Seorang Desainer Tekstil
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan blog ini ?, komentar aja gan silakan.

2 komentar

Tulis komentar

Boleh Komentarnya di sini Gan